- Checksum memastikan integritas berkas yang diunduh.
- Windows memungkinkan Anda untuk memeriksa hash dengan CertUtil dan PowerShell.
- Linux dan penggunaan macOS perintah seperti sha256sum dan OpenSSL.
- Ada alat grafis seperti QuickHash dan HashMyFiles.

Memeriksa integritas suatu berkas merupakan praktik mendasar dalam bidang keamanan komputer. Baik Anda mengunduh perangkat lunak dari Internet atau mentransfer berkas antar komputer, memastikan berkas tersebut tidak dimodifikasi sangatlah penting. Untuk tujuan ini, digunakan apa yang disebut algoritma hashing, yang menghasilkan checksum unik untuk setiap berkas.
Pada artikel ini, kami akan menjelaskannya kepada Anda cara memeriksa checksum di Windows, Linux, dan macOS menggunakan alat bawaan dan program eksternal. Anda akan belajar menggunakan perintah seperti certutil di Windows dan sha256sum di Linux dan macOS, serta opsi lanjutan untuk memastikan integritas berkas Anda. Jika Anda tertarik mengetahui cara memeriksa penggunaan hotspot Android, Anda dapat merujuk pada panduan terkait kami.
Apa itu checksum dan mengapa itu penting?
Checksum, juga dikenal sebagai hash o checksum, adalah string alfanumerik yang dihasilkan oleh algoritma seperti MD5, SHA-1 atau SHA-256 yang memungkinkan integritas suatu file diverifikasi. Jika satu bit saja dari berkas berubah, checksum yang diperoleh akan benar-benar berbeda.
Ini berguna dalam beberapa skenario:
- Periksa file yang diunduh: Memastikan bahwa berkas belum dimodifikasi oleh penyerang.
- Pemeriksaan keamanan: Memastikan bahwa perangkat lunak tidak diubah dengan kode berbahaya.
- Forensik digital: Memungkinkan Anda memverifikasi bahwa suatu berkas tidak berubah sejak pembuatannya.
Cara Memeriksa Checksum di Windows
Windows menyertakan alat asli untuk membuat dan memverifikasi checksum. Pilihan utama adalah certutil y Get-FileHash di PowerShell. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang pengelolaan ukuran hard drive Anda, kami memiliki sumber daya yang dapat membantu Anda.
Menggunakan CertUtil
Perintah certutil memungkinkan Anda dengan mudah menghasilkan checksum suatu file:
certutil -hashfile C:\ruta\al\archivo.ext SHA256
Perintah ini akan menampilkan hash SHA-256 dari berkas tersebut. Anda dapat mengubah algoritma dengan mengganti SHA256 oleh MD5 o SHA1.
Menggunakan PowerShell
Jika Anda lebih suka menggunakan PowerShell, Anda dapat menjalankan perintah berikut:
Get-FileHash C:\ruta\al\archivo.ext -Algorithm SHA256
Ini akan menghasilkan checksum menggunakan SHA-256. Ngomong-ngomong, jika Anda pernah bertanya-tanya bagaimana aktifkan windows 10 menggunakan CMD, kami juga memiliki panduan bagus tentang ini.
Cara Memeriksa Checksum di Linux dan macOS
Dalam sistem yang berbasis pada Unix Seperti Linux dan macOS, verifikasi checksum dilakukan dengan perintah md5sum, sha1sum o sha256sum.
Verifikasi jumlah SHA-256
Untuk menghitung hash suatu file, gunakan perintah berikut:
sha256sum /ruta/al/archivo
Jika hash yang diperoleh cocok dengan yang diterbitkan pengembang, berarti file tersebut asli. Jika Anda mengalami masalah dengan sistem operasi Android Anda, kami sarankan Anda meninjau metode pemecahan masalah kami untuk kesalahan terkait DNS.
Verifikasi menggunakan OpenSSL
Anda juga dapat menggunakan OpenSSL untuk menghitung checksum:
openssl sha256 /ruta/al/archivo
Alat pihak ketiga untuk verifikasi hash
Ada beberapa alat dengan antarmuka grafis untuk menghitung dan membandingkan checksum dengan cepat:
- QuickHash: Tersedia untuk Windows, Linux dan macOS, memungkinkan Anda menghitung dan membandingkan hash file.
- HashMyFiles: Alat Windows portabel yang memungkinkan Anda menghitung berbagai jenis hash.
- BukaHashTab: Terintegrasi dengan Windows Explorer untuk melihat dan membandingkan hash dengan cepat.
Pastikan keaslian file yang descargas atau transfer adalah tugas sederhana jika Anda menggunakan alat yang tepat. Pada Windows, Linux, dan macOS, Anda memiliki perintah asli untuk menghitung checksum tanpa memerlukan perangkat lunak tambahan. Selain itu, jika Anda mencari alternatif yang lebih visual, Anda dapat menggunakan alat pihak ketiga yang menyederhanakan prosesnya. Jika Anda tertarik, Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut tentang cara mencegahnya FaceTime mengurangi volume iPhone.
Penulis yang bersemangat tentang dunia byte dan teknologi secara umum. Saya suka berbagi ilmu melalui tulisan, dan itulah yang akan saya lakukan di blog ini, menunjukkan kepada Anda semua hal paling menarik tentang gadget, perangkat lunak, perangkat keras, tren teknologi, dan banyak lagi. Tujuan saya adalah membantu Anda menavigasi dunia digital dengan cara yang sederhana dan menghibur.

